CERPEN
Cerpen merupakan genre sastra yang jauh lebih muda usianya dibandingkan dengan puisi dan novel. Tonggak penting sejarah penulisan cerpen di Indonesia dimulai Muhamad Kasim dan Suman Hasibuan pada awal 1910-an
Cerpen merupakan cerita yang pendek, hanya mengisahkan satu peristiwa (konflik tunggal), tetapi menyelesaikan semua tema dan persoalan secara tuntas dan utuh. Awal cerita (opening) ditulis secara menarik dan mudah diingat oleh pembacanya. Kemudian, pada bagian akhir cerita (ending) ditutup dengan suatu kejutan (surprise).
Menurut Phyllis Duganne, seorang wanita penulis dari Amerika, cerpen ialah susunan kalimat yang merupakan cerita yang mempunyai awal, bagian tengah, dan akhir. Setiap cerpen mempunyai tema, yakni inti cerita atau gagasan yang ingin diucapkan cerita itu. Seperti halnya
penamaannya, cerita pendek, cerpen ialah bentuk cerita yang dapat dibaca tuntas dalam sekali duduk.
Menurut Edgar Alan Poe (yang dianggap sebagai tokoh cerpen modern), ada lima aturan penulisan cerpen, yakni sebagai berikut.
1. Cerpen harus pendek. Artinya, cukup pendek untuk dibaca dalam sekali duduk. Cerpen memberi kesan kepada pembacanya secara terus-menerus, tanpa terputus-putus, sampai kalimat yang terakhir.
2. Cerpen seharusnya mengarah untuk membuat efek yang tunggal dan unik. Sebuah cerpen yang baik mempunyai ketunggalan pikiran dan action yang bisa dikembangkan lewat sebuah garis yang langsung dari awal hingga akhir.
3. Cerpen harus ketat dan padat. Cerpen harus berusaha memadatkan setiap gambaran pada ruangan sekecil mungkin. Maksudnya agar pembaca mendapatkan kesan tunggal dari keseluruhan cerita.
4. Cerpen harus tampak sungguhan. Seperti sungguhan adalah dasar dari semua seni mengisahkan cerita. Semua tokoh ceritanya dibuat sungguhan, berbicara dan berlaku seperti manusia yang betul-betul hidup.
5. Cerpen harus memberi kesan yang tuntas. Selesai membaca cerpen, pembaca harus merasa bahwa cerita itu betul-betul selesai. Jika ujung cerita masih terkatung-katung, pembaca akan merasa kecewa.
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerpen
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsure-unsur yang secara faktual
dapat dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur intrinsik dalam karya sastra, khususnya cerpen, meliputi tokoh/ penokohan, alur (plot), gaya bahasa, sudut pandang, latar (setting), tema, dan amanat.
Berikut penjelasan mengenai unsur intrinsik.
1. Tokoh dan Karakter Tokoh
Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan watak, perwatakan, atau karakter menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang tokoh. Tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca. Secara umum kita mengenal tokoh protagonis dan antagonis.
Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, tokoh yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai yang ideal bagi kita. Tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca. Adapun tokoh antagonis adalah tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik. Tokoh antagonis merupakan penentang tokoh protagonis.
Ada beberapa cara penggambaran karakter tokoh dalam cerpen, di antaranya sebagai berikut.
Melalui apa yang diperbuat tokoh. Hal ini berkaitan dengan bagaimana sang tokoh bersikap dalam situasi ketika tokoh harus mengambil keputusan.
Contoh:
Dengan terburu-buru Wei meninggalkan kota, dan peristiwa itu tak lama kemudian sudah terlupakan. Ia lantas pergi ke barat, ke ibu kota, dan karena dikecewakan oleh pinangan terakhir yang gagal itu, ia mengesampingkan pikirannya dari hal perkawinan. Tiga tahun kemudian, ia berhasil meminang seorang gadis dari keluarga Tan yang terkenal kebaikannya di dalam masyarakat.
Sumber: Cerpen "Sekar dan Gadisnya", Ryke L.
Melalui ucapan-ucapan tokoh. Dari apa yang diucapkan tokoh kita dapat mengetahui karakternya.
Contoh:
Sumber: Dokumentasi Pribadi Buku kumpulan cerpen Malaikat Tak Datang Malam Hari karya Joni Ariadinata.
"Apa yang tidak Ibu berikan padamu? Ibu bekerja keras supaya bisa menyekolahkanmu. Kau tak punya kewajiban apa-apa selain sekolah dan belajar. Ibu juga tak pernah melarangmu melakukan apa saja yang
kau sukai. Tapi, mestinya kamu ingat bahwa kewajiban utamamu adalah belajar. Hargai sedikit jerih payah Ibu!" Di luar dugaannya anak itu menatapnya dengan berani. "Ibu tak perlu susah payah menghidupi aku kalau Ibu keberatan. Aku bisa saja berhenti sekolah dan tidak usah menjadi tanggungan Ibu lagi." Darah Sekar –ibu anak itu–serasa naik ke ubun-ubun.
Sumber: Cerpen "Sekar dan Gadisnya", Ryke L.
Melalui penjelasan langsung. Dalam hal ini penulis menggambarkan secara langsung karakter tokoh.
Contoh:
Memang, sebenarnya, semenjak dia datang, kami sudah membenci dia. Kami membenci bukan karena kami adalah orang-orang yang tidak baik, tapi karena dia selalu menciptakan suasana tidak enak. Perilaku dia sangat kejam. Dalam berburu dia tidak sekadar berusaha untuk membunuh, namun menyiksa sebelum akhirnya membunuh. Maka, telah begitu banyak binatang menderita berkepanjangan, sebelum akhirnya dia habiskan dengan kejam. Cara dia makan juga benar-benar rakus. Bukan hanya itu. Dia juga suka mabuk-mabukan. Apabila dia sudah mabuk, maka dia menciptakan suasana yang benar-benar meresahkan dan memalukan. Dia sering meneriakkan kata-kata kotor, cabul, dan menjijikkan.
Sumber: Cerpen "Derabat", Budi Darma
2. Latar (Setting)
Latar dalam sebuah cerita menunjuk pada pengertian tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwaperistiwa yang diceritakan. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas. Hal ini penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada dan terjadi. Unsur latar dapat dibedakan ke dalam tiga unsur pokok, yaitu sebagai berikut.
a. Latar Tempat
Latar tempat merujuk pada lokasi terjadinya peristiwa. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu.
b. Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan "kapan" terjadinya peristiwaperistiwa yang diceritakan.
c. Latar Sosial
Latar sosial merujuk pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan dosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Latar sosial dapat berupa kebiasaan hidup, istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, serta hal-hal lainnya.
3. Alur (Plot)
Alur adalah urutan peristiwa yang berdasarkan hukum sebab akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi, akan tetapi menjelaskan mengapa hal ini terjadi. Kehadiran alur dapat membuat cerita berkesinambungan. Oleh karena itu, alur biasa disebut juga susunan cerita atau jalan cerita. Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menyusun bagianbagian cerita, yakni sebagai berikut. Pengarang menyusun peristiwa-peristiwa secara berurutan mulai dari perkenalan sampai penyelesaian. Susunan yang demikian disebut alur maju. Urutan peristiwa tersebut meliputi:
- mulai melukiskan keadaan (situation);
- peristiwa-peristiwa mulai bergerak (generating circumtanses);
- keadaan mulai memuncak (rising action);
- mencapai titik puncak (klimaks)
- pemecahan masalah/ penyelesaian (denouement)
Pengarang menyusun peristiwa secara tidak berurutan. Pengarang dapat memulainya dari peristiwa terakhir atau peristiwa yang ada di tengah, kemudian menengok kembali pada peristiwaperistiwa yang mendahuluinya. Susunan yang demikian disebut alur sorot balik (flashback). Selain itu, ada juga istilah alur erat dan alur longgar. Alur erat adalah jalinan peristiwa yang sangat padu sehingga apabila salah satu peristiwa ditiadakan maka dapat mengganggu keutuhan cerita. Adapun alur longgar adalah jalinan peristiwa yang tidak begitu padu sehingga apabila salah satu peristiwa ditiadakan tidak akan mengganggu jalan cerita.
4. Sudut Pandang (Point of View)
Sudut pandang adalah visi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam cerita. Untuk mengetahui sudut pandang, kita dapat mengajukan pertanyaan siapakah yang menceritakan kisah tersebut? Ada beberapa macam sudut pandang, di antaranya sudut pandang orang pertama (gaya bercerita dengan sudut pandang "aku"), sudut pandang peninjau (orang ketiga), dan sudut pandang campuran.
5. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah cara khas penyusunan dan penyampaian dalam bentuk tulisan dan lisan. Ruang lingkup dalam tulisan meliputi penggunaan kalimat, pemilihan diksi, penggunaan majas,dan penghematan kata. Jadi, gaya merupakan seni pengungkapan seorang pengarang terhadap karyanya.
6. Tema
Tema adalah persoalan pokok sebuah cerita. Tema disebut juga ide cerita. Tema dapat berwujud pengamatan pengarang terhadap berbagai peristiwa dalam kehidupan ini. Kita dapat memahami tema sebuah cerita jika sudah membaca cerita tersebut secara keseluruhan.
7. Amanat
Melalui amanat, pengarang dapat menyampaikan sesuatu, baik hal yang bersifat positif maupun negatif. Dengan kata lain, amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang berupa pemecahan atau jalan keluar terhadap persoalan yang ada dalam cerita. Adapun unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangun cerita sebuah karya. Yang termasuk unsur ekstrinsik karya sastra antara lain sebagai berikut.
1. Keadaan subjektivitas pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup.
2. Psikologi pengarang (yang mencakup proses kreatifnya), psikologi pembaca, dan penerapan prinsip-prinsip psikologi dalam sastra.
3. Keadaan di lingkungan pengarang seperti ekonomi, politik, dan sosial.
4. Pandangan hidup suatu bangsa dan berbagai karya seni yang lainnya.
TUGAS INDIVIDU
Menulis Karangan Berdasarkan Pengalaman Sendiri
Buatlah sebuah cerpen dengan mengikuti petunjuk-petunjuk berikut!
a. Carilah tema cerita menarik yang telah Anda alami sendiri atau Anda dengar!
b. Pilihlah peristiwa sehari-hari yang sering Anda alami atau sering Anda lihat untuk mendukung tema!
c. Tentukan tokoh dan penokohannya! Gunakan metode penokohan yang sesuai!
d. Buatlah alur/plotnya secara garis besar!
e. Gunakanlah sudut pandang yang sesuai!
Hidup selalu penuh dengan hentakan setiap hentakan percayalah jika itu adalah keindahan karena dengan hentakan hidup menjadi berirama
Kamis, 19 Maret 2009
Jumat, 30 Januari 2009
Tes Interaktif
Tes Interaktif untuk Kelas 2 dan 3 Sekolah Dasar
Awalnya nyoba,ternyata anak-anak tertarik barangkali ada manfaatnya buat bapak dan ibu guru di sekolah. Caranya online dulu di www.duniabelajar.com setelah itu para siswa diberi kertas soal jawaban seperti di bawah ini. Setiap anak harus menjawab dengan cara memilih kotak dalam setiap soal kemudian mereka harus menutupnya dengan pensil warna. Mengapa? karena dengan cara memberi warna menghindari mereka mengganti jawaban pada saat kita memilih jawaban yang benar (cara ini lebih praktis kita tidak perlu lagi memeriksa lembar jawaban siswa karena secara langsung siswa dapat mengetahui nilai yang mereka dapatkan). Atau bisa juga ketika kita memilih jawaban yang benar LCD ditutup dan kita dapat melanjutkan soal berikutnya (untuk cara yang ini kita harus memeriksa lembar jawaban siswa).
Awalnya nyoba,ternyata anak-anak tertarik barangkali ada manfaatnya buat bapak dan ibu guru di sekolah. Caranya online dulu di www.duniabelajar.com setelah itu para siswa diberi kertas soal jawaban seperti di bawah ini. Setiap anak harus menjawab dengan cara memilih kotak dalam setiap soal kemudian mereka harus menutupnya dengan pensil warna. Mengapa? karena dengan cara memberi warna menghindari mereka mengganti jawaban pada saat kita memilih jawaban yang benar (cara ini lebih praktis kita tidak perlu lagi memeriksa lembar jawaban siswa karena secara langsung siswa dapat mengetahui nilai yang mereka dapatkan). Atau bisa juga ketika kita memilih jawaban yang benar LCD ditutup dan kita dapat melanjutkan soal berikutnya (untuk cara yang ini kita harus memeriksa lembar jawaban siswa).
Selasa, 27 Januari 2009
mimpi semalam
27 Januari 2009-01-27
Mimpi Indah Semalam Bu?
sepertinya iya...
Kita berada di bulan
memandang kemilau bintang
Subhanallah ..!!!!
Lihatlah...
Para malaikat bersalawat
memuji yang terkasih Muhammad al Mustafa
kemudian serempak berzikir
Laa..illaha ilallah...
Laa..illaha ilallah...
Aku dan kau...tersedak..menahan haru
betapa kita tidak berdaya menghadapi
haru biru perasaan ini
Para malaikat, tak menghiraukan
mereka tetap...bersujud dan berzikir
kemudian kami berteriak...
Rabbana....sayangi kami
ampuni rasa ini, ampuni ketidakberdayaan ini..
Para malaikat....masih tetap dengan khusyunya
Laa..illaha ilallah...
Laa..illaha ilallah...
Muhammad Rasullullah....
Kau dan aku pun hampir putus asa
Lalu kami melempar bintang
kami ambil serpihannya
kuselipkan...disela-sela hati
dan kau???
Mimpi Indah Semalam Bu?
sepertinya iya...
Kita berada di bulan
memandang kemilau bintang
Subhanallah ..!!!!
Lihatlah...
Para malaikat bersalawat
memuji yang terkasih Muhammad al Mustafa
kemudian serempak berzikir
Laa..illaha ilallah...
Laa..illaha ilallah...
Aku dan kau...tersedak..menahan haru
betapa kita tidak berdaya menghadapi
haru biru perasaan ini
Para malaikat, tak menghiraukan
mereka tetap...bersujud dan berzikir
kemudian kami berteriak...
Rabbana....sayangi kami
ampuni rasa ini, ampuni ketidakberdayaan ini..
Para malaikat....masih tetap dengan khusyunya
Laa..illaha ilallah...
Laa..illaha ilallah...
Muhammad Rasullullah....
Kau dan aku pun hampir putus asa
Lalu kami melempar bintang
kami ambil serpihannya
kuselipkan...disela-sela hati
dan kau???
Rabu, 14 Januari 2009


Libur semester 1 yang lalu tak ada rencana untuk pergi keluar kota, saya hanya merencanakan program perjalanan untuk temanku yang akan datang dengan keluarganya dari Indonesia. Pergi ke Sunway Lagoon, Genting Hihgland, KLCC,IKEA, dan ke Putra Jaya.Tak terasa selama lima hari semua target tercapai. Rencana selanjutnya adalah buat kue kering daripada kesel di rumah. Hari pertama setelah kepulangan temanku itu saya buat kue keju. Keesokan harinya Bu Rob, biasa saya panggil begitu karena ia istrinya Pak Robani meneleponku dan mengajak ke Sin. Ke Sin?? tentu saja aku mau, karena saya memang belum pernah. Tapi saat itu saya g ada uang...Dengan uang pas-pasan saya dan anak saya yang bungsu pergi juga. Hari itu tanggal 2 januari 2009, dari KL sentral kami menggunakan train menuju Sin.(bersambung)
Minggu, 30 November 2008
Belajar di KLCC
Jumat, 27 November 2008-11-28
Ibu...Ibu kita jadi pergi ya Bu? sahut anak-anak kelas 3 SD bersahut-sahutan
Sssstttt.....kataku, ayo keluar lihat guru-guru sedang briefing, lagipula kalian tidak boleh masuk tanpa izin, kataku.
Itulah ketidaksabaran mereka untuk segera pergi ke KLCC, kami memang berencana untuk bermain sambil belajar di sana.
Selesai melakukan senam pagi kami segera berangkat menuju KLCC, saya ditemani Guru yang baru yaitu Bu Nunun. Senangnya mereka dapat dilihat selama perjalanan.Kami menyanyikan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan di kelas. Meriah sangat meriah!
Sekitar 15 menit kami sudah tiba di lokasi. Yang pertama saya lakukan adalah membagikan kertas kerja tentang puisi, setiap anak berkelompok mengerjakan tugas yang diberikan, merekapun mencari tempat yang menurut mereka nyaman. Ada anak yang berkelompok duduk-duduk di bangku taman, ada anak yang duduk di rerumputan sambil mendengarkan penjelasan guru tentang puisi, ada juga sebagian anak yang duduk di sekitar taman bermain, mereka memang sudah tidak tahan ingin segera bermain.
30 menit kami belajar bersama, sampai akhirnya mereka berkesempatan untuk bermain, saya berdua dengan Bu Nunun, mengawasi anak-anak. Tampak anak-anak berkeringat kecapaian, tentu saja mereka senang karena di Taman KLCC ini dilengkapai aneka permainan anak-anak dari ayunan, kolam renang, sarang laba-laba dan banyak lagi.
Pukul 11.00 Bus sekolah sudah menjemput, kamipun pulang menuju sekolah.
Sabtu, 29 November 2008
Naskah Drama
AMRI….
DI RUMAH
Suasana pagi di rumah Amri menjadi sangat istimewa karena Amri anak yang manja selalu membuat suasa pagi yang menyegarkan menjadi panas dengan teriakan Amri.
AMRI : Mbok….!!!!!!!! Mbok…!!!
MBOK : Iya, Den Amri..(menghampiri Amri)
AMRI : Mana kaos kaki...?!!! Buku juga tuh belum dimasukkan!! Nanti kalau aku kesiangan bagaimana coba??!! Dah bosan aku di hukum terus!! Cepat donk Mbok!
MBOK : Iyya..Den...., Abis Den Amri bangunnya juga kesiangan..
AMRI : Agh..Berisikkkkk!!!
AYAH : Amri, Tidak pantas kamu seperti itu, kamu itu sudah besar Nak, coba kerjakan sendiri, membereskan buku itu kan hal yang bisa kamu lakukan, pulang sekolah sepatu di letakkan di tempatnya jangan di lempar-lempar . Akhirnya kan kamu sendiri yang repot.
IBU : Sudah lah Pa, kan ada Si Mbok yang bisa mengerjakan semuanya. Amri ayo minum susu dulu(Lagu Susu )...
IBU :Mbok, ambil tasnya..cepat sudah siang, nanti di jalannya macet lagi.
MBOK : iyya...Bu, Ini Den Amri (memberikan tas pada Amri)
DI RUMAH GURU
Bu Guru: Pa, cepat Pa... sudah siang ni nanti mama terlambat lagi
Pa : Ma...mau lagi donk...
Bu Guru: Eh...nanti saja, masa nambah lagi
Pa : Ini Ma nasinya tambah lagi
Bu Guru: Iya...sebentar,Aduh..cepat donk Pa, sudah siang ni ( Lagu:Ayo mama)
DI KELAS
Guru : Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru namanya Verry Liu, dia pandai berbahasa Madarin. Betul kan?
Verry : Iya...Bu Guru, karena kakek dan nenekku menggunakan bahasa Mandarin
Guru : Kalian bisa belajar bahasa Mandarin pada Verry, Coba ada yang ingin bertanya....?
Murid : Saya Bu..Hai...(sambil bersalaman pada Verry) apa bahasa Mandarinnya polisi?
Verry : Itu si gampang artinya Thu Kang thi Lang
Murid : Bu, bagian saya..Coba,Apa bahasa Mandarinnya Jaksa?
Verry : Thu Kang Tho tok
Murid : Nah sekarang bagianku, kalau.... kurus?
Verry : kurus artinya ting gal Thu Lang
Murid : Nah, Kalau Bau sekali? Apa coba?
Verry : lupa Che Bok
Guru : cukup ya, sekarang kita belajar
Amri terlambat masuk sementara kawan-kawannya sedang belajar PKN,(Lagu Satu Dua Tiga Empat)
akhir nya Amri memilih untuk tidak masuk kelas.
Murid : Bu itu Amri tidak masuk kelas
Guru : Amrii.....!!! Kamu bolos ya....!!
Amri : Yaa...Bu!
(Lagu: Amri Membolos) < (Lagu: Jangan Marah)
Murid-murid: Bu, waktunya sudah habis..
Guru : O..Ya..
Pelajaran berikutnya adalah pelajaran Matematika
( Lagu: Satu Ditambah Satu)
Murid : Bu waktunya istirahat
Guru : iya..ya..Nah, anak-anak sekarang kalian boleh istirahat
Murid-murid: Horre...(Lagu Gembira- Tasya)
Murid : Eh..aku punya mainan baru, oleh-oleh waktu aku pulang ke Indonesia
Murid : Boleh aku ikut?
Murid : Tentu saja. Ayo!
(Lagu : Cublak-cublak Suweng)
Amri datang melemparkan permen karet pada teman-temannya. Tentu saja suasana menyenangkan menjadi agak riuh.
(Lagu: Permen Karet)
Murid : Bu...ni Bu Amri nakal Bu...
Guru : Amri...!!!
(Lagu : Jangan Usil)
BUNYI BEL Istirahat telah usai
Guru : Anak-anak seminggu lagi kalian akan mengikuti ulangan umum, jika kalian rajin belajar tentu akan naik kelas,oleh karena itu kalian harus lebih giat lagi belajar
Murid-murid: Iya Bu Guru...
Guru : Nah, sekarang saatnya kita pulang. Ketua kelas coba siapkan!
Ketua kelas : Semua siaaaaaapppp...!!!! hormat pada Bu Guru!
Murid -murid : Selamat siang Bu... !!!
Guru : Kurang kompaaak !!
Murid -murid : Selamat siang Bu !! (lebih keras)
Guru : Kurang kompaaak !!
Murid -murid: Kurang kompaaakkkk Bu !!!!
Guru : "Selamat siang..."
DI RUMAH AMRI
(Lagu Bintang kejora)
Amri sedang bermain PS
DI RUMAH LARAS
Laras sedang tekun belajar
PEMBAGIAN RAPOR
(Lagu Naik Kelas)
DI RUMAH
Suasana pagi di rumah Amri menjadi sangat istimewa karena Amri anak yang manja selalu membuat suasa pagi yang menyegarkan menjadi panas dengan teriakan Amri.
AMRI : Mbok….!!!!!!!! Mbok…!!!
MBOK : Iya, Den Amri..(menghampiri Amri)
AMRI : Mana kaos kaki...?!!! Buku juga tuh belum dimasukkan!! Nanti kalau aku kesiangan bagaimana coba??!! Dah bosan aku di hukum terus!! Cepat donk Mbok!
MBOK : Iyya..Den...., Abis Den Amri bangunnya juga kesiangan..
AMRI : Agh..Berisikkkkk!!!
AYAH : Amri, Tidak pantas kamu seperti itu, kamu itu sudah besar Nak, coba kerjakan sendiri, membereskan buku itu kan hal yang bisa kamu lakukan, pulang sekolah sepatu di letakkan di tempatnya jangan di lempar-lempar . Akhirnya kan kamu sendiri yang repot.
IBU : Sudah lah Pa, kan ada Si Mbok yang bisa mengerjakan semuanya. Amri ayo minum susu dulu(Lagu Susu )...
IBU :Mbok, ambil tasnya..cepat sudah siang, nanti di jalannya macet lagi.
MBOK : iyya...Bu, Ini Den Amri (memberikan tas pada Amri)
DI RUMAH GURU
Bu Guru: Pa, cepat Pa... sudah siang ni nanti mama terlambat lagi
Pa : Ma...mau lagi donk...
Bu Guru: Eh...nanti saja, masa nambah lagi
Pa : Ini Ma nasinya tambah lagi
Bu Guru: Iya...sebentar,Aduh..cepat donk Pa, sudah siang ni ( Lagu:Ayo mama)
DI KELAS
Guru : Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru namanya Verry Liu, dia pandai berbahasa Madarin. Betul kan?
Verry : Iya...Bu Guru, karena kakek dan nenekku menggunakan bahasa Mandarin
Guru : Kalian bisa belajar bahasa Mandarin pada Verry, Coba ada yang ingin bertanya....?
Murid : Saya Bu..Hai...(sambil bersalaman pada Verry) apa bahasa Mandarinnya polisi?
Verry : Itu si gampang artinya Thu Kang thi Lang
Murid : Bu, bagian saya..Coba,Apa bahasa Mandarinnya Jaksa?
Verry : Thu Kang Tho tok
Murid : Nah sekarang bagianku, kalau.... kurus?
Verry : kurus artinya ting gal Thu Lang
Murid : Nah, Kalau Bau sekali? Apa coba?
Verry : lupa Che Bok
Guru : cukup ya, sekarang kita belajar
Amri terlambat masuk sementara kawan-kawannya sedang belajar PKN,(Lagu Satu Dua Tiga Empat)
akhir nya Amri memilih untuk tidak masuk kelas.
Murid : Bu itu Amri tidak masuk kelas
Guru : Amrii.....!!! Kamu bolos ya....!!
Amri : Yaa...Bu!
(Lagu: Amri Membolos) < (Lagu: Jangan Marah)
Murid-murid: Bu, waktunya sudah habis..
Guru : O..Ya..
Pelajaran berikutnya adalah pelajaran Matematika
( Lagu: Satu Ditambah Satu)
Murid : Bu waktunya istirahat
Guru : iya..ya..Nah, anak-anak sekarang kalian boleh istirahat
Murid-murid: Horre...(Lagu Gembira- Tasya)
Murid : Eh..aku punya mainan baru, oleh-oleh waktu aku pulang ke Indonesia
Murid : Boleh aku ikut?
Murid : Tentu saja. Ayo!
(Lagu : Cublak-cublak Suweng)
Amri datang melemparkan permen karet pada teman-temannya. Tentu saja suasana menyenangkan menjadi agak riuh.
(Lagu: Permen Karet)
Murid : Bu...ni Bu Amri nakal Bu...
Guru : Amri...!!!
(Lagu : Jangan Usil)
BUNYI BEL Istirahat telah usai
Guru : Anak-anak seminggu lagi kalian akan mengikuti ulangan umum, jika kalian rajin belajar tentu akan naik kelas,oleh karena itu kalian harus lebih giat lagi belajar
Murid-murid: Iya Bu Guru...
Guru : Nah, sekarang saatnya kita pulang. Ketua kelas coba siapkan!
Ketua kelas : Semua siaaaaaapppp...!!!! hormat pada Bu Guru!
Murid -murid : Selamat siang Bu... !!!
Guru : Kurang kompaaak !!
Murid -murid : Selamat siang Bu !! (lebih keras)
Guru : Kurang kompaaak !!
Murid -murid: Kurang kompaaakkkk Bu !!!!
Guru : "Selamat siang..."
DI RUMAH AMRI
(Lagu Bintang kejora)
Amri sedang bermain PS
DI RUMAH LARAS
Laras sedang tekun belajar
PEMBAGIAN RAPOR
(Lagu Naik Kelas)
Langganan:
Postingan (Atom)